Sabtu, 23 Maret 2013

jam malam bagi para pelajar belum efektif



Pemberlakuan jam malam pelajar belum efektif

Sosialisasi dan pemberlakuan Walikota tentang jam malam untuk pelajar sudah mulai gencar dilakukan. Dalam surat edaran Walikota disebutkan, jam malam akan berlaku mulai Senin sampai Jumat dari pukul 18.00 WIB hingga 21.00 WIB.
Reno seorang warga Senggarang mengungkapkan kekecewaannya terhadap perilaku remaja Tanjungpinang sekarang, yang dinilainya tidak lagi mengenal budaya malu. “Di Tanjungpinang ini, kalau ada tempat yang sepi, gelap atau bangunan yang sudah tidak terpakai lagi, pasti jadi sasaran tempat berkumpul anak-anak muda Tanjungpinang,” tutur Reno saat ditemui dikediamannya, Sabtu  (16/3).
Ia juga menambahkan, saat ini banyak pelajar yang tertangkap ngelem, dan yang lebih membuat hati miris seringnya terjadi seorang siswi hamil. “Kalau di daerah Senggarang ini, remaja senang berkumpul dan balap liar hingga tengah malam di dekat taman budaya itu. Karena sangat mengganggu, saya dan warga sekitar pernah mendatangi mereka dan kami beri nasehat. Tapi tetap saja dilakukan lagi.”
Reno berharap agar pemerintah menyeleraskan penerapan jam malam pelajar dengan aturan sekolah. “Pemerintah, pihak sekolah, dan orangtua itu harus saling bekerja sama. Terutama para orangtua, jangan hanya menyibukkan masalah pekerjaan, tapi anak sendiri tidak diperhatikan,” ungkap Reno. (M107)

Aspirasi Warga setelah di resmikan Pujasera dan Pabrik es Nelayan Kijang



Aspirasi Warga setelah di resmikan Pujasera dan Pabrik es Nelayan Kijang

BUPATI Bintan Ansar Ahmad meresmikan penggunaan sarana pusat pedagang kaki lima (PKL Center) di pasar Barek Motor Kijang di dapat bantuan dari koperasi kementrian dan UKM . kamis (21/3) pada kesempatan itu, Bupati Bintan meresmikan pabrik es nelayan bantuan dari kementerian Kelautan  dan Perikanan.
Selain peresmian PKL center dan pakbir es terdapat juga penyarahan bantuan bibit unggul salak sari intan, mini traktor dan kendaraan roda tiga kaisar kepada masyarakat petani. Peresmian PKL Bintan turut hadir wakil bupati Bintan, Khazalik, Sekda Bintan Lamidi, serta kepala Dinas UKM koperasi.
Peresmian pujasera yang di khususkan untuk para pedagang kaki lima  sudah di resmikan untuk di gunakan, terlihat sebagian dari tempat tersebut sudah mulai terisi dengan berbagai makanan dan minuman para pedagang.
Salah seorang pedagang, Fitria, juga menempati salah satu meja PKL center, menyatakan, merasa senang setelah di pindahkan ke PKL Center, karena sebelumnya ia berjualan di pinggiran jalan yang tak jauh dari kantor Bea Cukai di kijang. Kami sebagai pedagang pinggiran merasa di perhatikan oleh pemerintah, “saya bersyukur ketika di pindahkan di PKL, karena saya dapat berdagang sampai malam,” ujar fitria.
Para pedagang berharap supaya penghasilan mereka cukup untuk menghidupi keluarga serta perubahan dari segi ekonomi, karena  penghasilan mereka hanya  cukup untuk makan saja, belum lagi untuk biaya anak-anak sekolah, mudah-mudahan ketika di pindahkan  ke  pujasera ini penghasilan para pedagang agak meningkat.  Pendapatan kami sebelum di pindahkan ke PKL hanyalah   sedikit, akan tetapi setelah ke PKL lumayan agak meningkat.
Para pedagang juga dapat berdagang hingga malam hari karena sudah ada di sediakan fasilitas lampu. Para pedagang di punggut biaya retribusi  sebesar  10.000,- untuk biaya listrik dan kebersihan. PKL center bertujuan untuk menertibkan pedagang kaki lima yang berserakan di pinggir jalan dan menata lokasi serta aktifitas para  pedagang.
“saya berharap dengan diresmikannya pujasera ini para pedagang dapat mempergunakan tempat ini sebaik mungkin, dan dapat berpartisipasi untuk menjaga kebersihan lingkungan” ujar Bupati Bintan.
Peresmian pabrik es di lakukan pemotongan pita oleh Camat Bintan  Timur, dan beberapa pejabat yang  turut hadir dalam peresmian tersebut.

Pujasera dan Pabrik Es Nelayan Kijang Diresmikan



Peresmian Pujasera dan Pabrik Es Nelayan di Kijang
Agenda peresmian PKL Centre, berlangsung cukup meriah. Hampir seluruh pimpinan SKPD yang ada di jajaran pemkab Bintan, ikut menghadiri acara tersebut. Begitu juga dengan  masyarakat Kijang, khususnya mereka yang berjualan di sekitar pasar ikut serta menyaksikan peresmian pasar pujasera dan pabrik es nelayan  Kijang.
Acara peresmian ini langsung dibuka oleh Bupati bintan, Ansar Ahmad berkesempatan datang untuk melakukan peresmian pujasera dan pabrik es nelayan pada kamis (21/03) di Barek Motor Kijang, serta turut hadir juga rombongan bupati bintan.
Di hadapan masyarakat, pemerintah kabupaten bintan menyerahkan secara langsung bantuan mini traktor dan kendaraan roda tiga kaisar terhadap pasar tersebut.
Pemerintah kabupaten bintan juga memberi bantuan berupa pavling blok dan lokasi pembuatan pujasera, sedangkan biaya pembangunan pasar di dapat dari pemerintah pusat.
Untuk tahun ini, pemerintah kabupaten bintan akan kembali memberikan bantuan drainase. Bantuan dana sekitar Rp10 Miliar dari pemerintah pusat terkait pasar di bintan, seperti pasar berdikari dan pabrik es.
Bupati Bintan mengharapkan pujasera dan pabrik es nelayan yang baru di resmikan ini agar di kelola dengan baik,walaupun sudah tersedia pekerja kebersihan  akan tetapi di harapkan juga kerjasama warga setempat agar  berpatisipasi untuk menjaga kebersihan lingkungan dan sekitarnya untuk menciptakan lingkungan yang nyaman bagi pembeli dan pengunjung yang datang.
Salah seorang pedagang, Fitria, yang juga menempati salah satu meja PKL Centre, mengatakan, merasa senang setelah dipindahkan ke PKL Centre. Sebab, sebelumnya ia berjualan di sembarangan tempat,  yang sewaktu-waktu digusur oleh Satpol PP. 

Minggu, 17 Maret 2013

BMKG

BMKG himbau warga waspadai isu cuaca buruk

TG. PINANG (KP) : Isu seputar cuaca buruk yang kini sedang beredar di Tanjungpinang membuat Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjungpinang menghimbau kepada warga setempat untuk tidak terlalu percaya, sebelum klarifikasi ke BMKG Tanjungpinang.

"Agar warga Tanjungpinang tidak mudah percaya kepada isu tentang cuaca buruk yang kini sedang beredar di kalangan masyarakat, karena jika tanpa klarifikasi BMKG, dikhawatirkan bisa berdampak lebih buruk daripada kejadian isu tersebut," kata Kepala BMKG Tanjungpinang, Hartanto, Rabu (13/3).

Menurutnya, jika ada isu tentang cuaca buruk, hanya BMKG lah yang memiliki wewenang untuk memberikan keterangan mengenai prakiraan cuaca.

"Tidak ada informasi yang beredar di masyarakat yang dapat dipercaya tentang cuaca buruk kecuali dari BMKG," ujarnya.

Hal ini dikarenakan, BMKG memiliki wewenang yang sudah di akui pemerintah Indonesia untuk memberikan keterangan data yang valid tentang ramalan cuaca dan prakiraan lain yang dapat dipercaya selain dari lembaga tersebut.

Bukan berarti informasi cuaca yang beredar tersebut keliru, sambung Hartanto, hanya saja akan lebih baik apabila masyarakat di Tanjungpinang ini  tetap mempercayai segala hal yang berkaitan dengan prakiraan cuaca berdasarkan informasi resmi yang diberikan melalu pihak lembaga BMKG.

"kita hanya berharap masyarakat dapat mengklarifikasi ke BMKG apabila mendapat isu tentang cuaca buruk yang tidak jelas terjadinya," imbuhnya pada KP.

Kamis, 14 Maret 2013

Perubahan Kurikulum Berikut mata pelajaran kurikullum 2013

JAKARTA. Ada perubahan yang mendasar dalam kurikulum pendidikan yang akan berlaku tahun 2013 mendatang. Ini terutama pada jumlah mata pelajaran yang akan diterapkan di sekolah.
Sebut saja untuk tingkat sekolah dasar (SD), kurikulumnya akan bersifat tematik integratif. Alhasil ada jumlah mata pelajaran yang diajarkan menjadi berkurang. "Jadi mata pelajaran kita compress dari 10 menjadi 6 mata pelajarannya," kata Menteri Pendidikan M Nuh, Selasa (13/11).
Jumlah jam belajar pun akan bertambah menjadi 6 jam. Selain itu Nuh juga menjelaskan kegiatan ekstrakurikuler akan diwajibkan, terutama untuk kegiatan Pramuka. "Ekstrakurikuler menjadi bagian utuh dari mata pelajaran," katanya
Sementara itu, untuk kurikulum SMP, SMA, dan SMK pendekatannya adalah mata pelajaran. Dengan demikian tidak banyak perubahan dari jumlah mata pelajaran.
Hal ini sejalan dengan kenyataan bahwa guru di SMP, SMA, dan SMK adalah guru mata pelajaran. "Sementara untuk SD adalah guru kelas," kata Wamendikbud, Musliar Kasim.
Berikut perubahan struktur kurikulum:
Kurikulum SD sekarang, mata pelajaran yang diajarkan yakni Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, Seni Budaya dan Keterampilan, Pendidikan Jasmani-Olahraga-Kesenian, muatan lokal, dan Pengembangan Diri.
Kurikulum SD 2013, mata pelajaran yang diajarkan yakni Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, Seni Budaya dan Prakarya, dan Pendidikan Jasmani-Olahraga serta Kesenian
Kurikulum SMP sekarang, mata pelajaran yang diajarkan yakni pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, Bahasa Inggris, Seni Budaya, Pendidikan Jasmani, Keterampilan, Muatan lokal, dan Pengembangan diri.
Kurikulum SMP 2013, mata pelajaran yang diajarkan yakni Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, Bahasa Inggris, Seni Budaya, Pendidikan Jasmani, dan Prakarya.

Kurikulum 2013, Metode Mengajar Guru Diawasi

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh menuturkan ada pendamping yang akan memantau cara guru dalam mengajar setelah kurikulum pendidikan 2013 diterapkan. Menurut Nuh, pelatihan guru sepanjang 52 jam untuk kurikulum hanya sebagai tiket masuk.

"Jadi 52 jam itu hanya tiket masuk, setelah itu diperkuat dengan pendampingan," kata Nuh ketika ditemui di gedung DPR/MPR, Senin, 18 Februari 2013. Nuh menuturkan, pelatihan sepanjang lima hari ini hanya mengenalkan konsep dari kurikulum baru, cara mengajar yang disertai dengan praktek.

Menteri Nuh mengatakan, setelah dilatih, guru akan kembali ke sekolah dan diawasi selama mengajar. "Pendamping yang mengawasi guru umum adalah guru inti," kata Nuh. Mereka akan diberi tahu jika ada kekurangan ketika menyampaikan materi ke peserta didiknya.

Pelatihan pengajar untuk kurikulum baru memang terdiri dari tiga jenjang, instruktur nasional, guru inti, dan guru massal. Pelatihan guru massal akan dilatih selama liburan panjang akhir tahun pelajaran, yakni bulan Mei hingga Juni. Menurut Nuh, pelatihan diadakan pada akhir tahun pelajaran karena saat itu guru tidak mengajar dan bisa menggunakan ruangan sekolah untuk berlatih.

Pelatihan 52 jam itu dibagi menjadi 33 jam pertemuan tatap muka dan 19 jam pertemuan mandiri terbimbing untuk guru di semua jenjang pendidikan SD, SMP, dan SMA/SMK. Paket 52 jam pelatihan yang hampir setara dengan empat sistem kredit semester itu menitikberatkan pada penguasaan konsep dan prinsip kurikulum 2013 serta implementasinya.

Berdasarkan rancangan kurikulum pemerintah, jumlah instruktur nasional yang akan dikerahkan sebanyak 531 orang. Mereka inilah yang akan melatih 8.610 guru inti. Kemudian, guru inti bertugas melatih 151.695 guru kelas. Untuk SMP, akan disiapkan 1.350 instruktur nasional yang akan melatih 19.880 guru inti. Mereka kemudian akan melatih 365.020 guru mata pelajaran. Adapun untuk SMA dan SMK akan ada 324 instruktur nasional yang melatih 2.982 guru inti.

Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Retno Listyarti mengkritik pelatihan guru untuk kurikulum pendidikan yang hanya 52 jam. "Bagaimana bisa materi kurikulum pendidikan 2013 yang sangat kompleks hanya diajarkan dalam waktu 52 jam?" kata Retno.

Penyakit utama dunia pendidikan Indonesia, kata Retno, berada pada kualitas guru. Akan tetapi, pemerintah tidak pernah memberikan pelatihan yang sungguh-sungguh. Bahkan, dia menambahkan, berdasarkan survei yang dilakukan, sekitar 62 persen guru SD tidak pernah mengikuti pelatihan, hingga menjelang pensiun. Jikapun ada yang mengikuti pelatihan, banyak yang waktu pelatihannya dikorupsi hanya dua hari, meski para guru diminta untuk tanda tangan selama lima hari.

"Tahun 2011 World Bank mengeluarkan riset bahwa guru Indonesia terendah di Asia," kata guru sekolah menengah atas ini. Jika guru tidak berkualitas, tutur Retno, siswanya juga tidak akan berkualitas.